Pentingnya Bimbingan Konseling di Madrasah

Siswa sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, siswa memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Di samping itu, terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan siswa tidak selalu berlangsung secara mulus atau bebas dari masalah. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan, dan nilai-nilai yang dianut. 

Pelayanan bimbingan konseling di Madrasah merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karier. Pelayanan bimbingan dan konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, social individual, kelompok dan/ atau klasikal sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.

Ada beberapa pengembangan terhadap diri siswa pertama,  pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat, dan minat serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistic. Kedua, pengembangan kehidupan sosial yaitu, bidang pelayan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah dan belajar secara mandiri. Ketiga, pengembangan karier, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karier. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam memahami lingkungan baru, terutama lingkungan Madrasah dan objek-objek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Dan yang keempat informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan mamhami berbagai informasi diri, social, belajar, karier/ jabatan, dan pendidikan lanjutan.
 
Sumber: Book of Counseling