Pemimpin dan Kepemimpinan


    Bebicara  tentang pemimpin, selalu terbayang dalam pikiran kita, seorang yang mengatur,memerintahkan sesuatu kepada bawahan agar melaksanakan tugas dengan baik dan mencapai target yang telah disepakati bersama. Tidak pula menyalahkan arti pemimpin jikalau seorang pemimpin itu merupakan meneger dan administrator. Menata seluruh totalitas yang ada dari kehidupan lingkungan apa yang ia pimpin.misalnya di lingkungan sekolah atau madrasah akan tetapi secara khusus,bukan berarti hanya sekedar menegerial atau administrator  saja, yang hanya mengatur, menyelenggarakan serta memberikan tagggung jawab kemudian menerima hasil kerja dalam bentuk laporan kemudian diakhiri dengan membuat keputusan-keputusan yang bisa dilakukan dalam waktu sekejab. 

    Namun kalau ditinjau dari fungsinya, manager dan pemimpin itu berebeda. Manager mengatasi kerumitan rutinitas pragmatis, hanya melaksanakan unsur-unsur organisasi yaitu, planing, organizing, actualiting, controling dan evaluasi. Pemimpin itu adalah mengatasi perubahan dan memahami betul atas perubahan- perubahan tersebut dimasa mendatang. Dalam dunia pendidikan pemimpin itu dikenal juga dengan sebutan pendidik, yang memiliki visi dan misi untuk kemajuan suatu lembaga pendidikan dari masa ke masa. Setiap saat mempunyai ide-ide cemerlang untuk mengarahkan, menata, memberikan tugas kepada struktur managerial dalam lingkungan lembaga tersebut, melatih dalam artian disadari atau tidak disadsari oleh objeknya bahwa pemimpin sedang melatih dia untuk regenerasi selanjutnya, mengawal  setiap tugas yang diberikan agar terarah, selalu memberikan contoh dari sikap dan tindak tanduknya, bukan hanya harus bicara, perintahkan dan orang harus laksanakan dan tidak bisa mencontohkan. Disamping itu seorang pemimpin itu juga harus berfungsi sebagai motivator, supervisor, evaluator, bahkan harus terjun langsung dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dilembaga tersebut.

       Namun, perlu kita pahami bahwa kepemimpin merupakan modal yang harus dimiliki oleh para pemimpin. Seorang pemimpin biasanya mempunyai model dah seninya sendiri dalam mempimpin sebuah organisasi ataupun lembaga, formal ataupun tidak formal. Ada  beberapa model dan gaya kepemimpinan kalau kita lihat dari tinjauan dilapangan. yaitu:
BOS vs PEMIMPIN

   1. Pemimpin otoriter, Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan  kebijakan yang diambil mutlak hanya dari penguasa atau sang pemimpin, tidak meminta pendapat dalam srtuktural organisasi. Biasanya gaya seperti ini akan berhasil dalam membawa suatu organisasi tapi tidak  akan bertahan lama karna jarang mendapat dukungan dari rekanan kerja meskipun bawahanya sendiri, cendrung mendikte semua pekerjaan yang dibebankan kepada bawahan terkesan ada pemaksaaan dan tekanan dalam suatu tugas yang diberikan. 

   2. Gaya pemimpin paternalistik, sering kita temukan pada lingkungan masyarakat yang bersifat tradisional, umumnya pada masyarakat agraris, salah satu ciri utama masyarakat tradisional yang mengutamakan rasa hormat kepada orang yang dituakan. Orang yang dituakan menjadi pemimpin ketaudalanan tapi tidak memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri. Sehingga bawahan tidak terbiasa dalam mempersiapkan diri sebagai pengambil kebijakan. Ada kekawatiran dari pemimpin bergaya seperti ini, takut gagal memberikan tanggung jawab kepada bawahannya.

   3. Gaya pemimpin kharismatik, adalah gaya pemimpin  menggunakan keistimewaan atau kelebihan sifat kepribadian dalam mempengaruhi pikiran, sehingga dalam suasana batin mengagumi dan bersedia melakukan perintah atasan karena sang pemimpin dipandang berkepribadian mengagungkan dan berwibawa. Sementara itu Nurkolis mengungkapkan:
“bahwa seorang pemimpin kharismatik mempunyai tujuh karaktristik kunci, yaitu, percaya diri, memiliki visi, memiliki kemampuan untuk mengartikan visi nya tersebut memiliki pendirian yang kuat terhadap visinya, memiliki prilaku yang berbeda dari kebiasaan orang, dan peduli terhadap lingkungan”. Kharisma timbul bukan diakibatkan oleh orang ketiga tapi langsung penilaian bawahan terhadap pemimpin yang berinteraksi dengan orang penuh rasa peduli sesama. Kebijakan yang ia keluarkan tetap melihat pada keutuhan kepentingan bersama.

    4. Gaya pemimpin demokratis, adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan bersama- sama antara pimpinan dan bawahan. Pemimpin ini dengan gaya ini biasanya memandang peranannya selaku koordinator dalam sebuah dan integrator, pengontrol, dan lebih membuka diri kepada  bawahan untuk memberikan pendapat dan kritikan dalam membangun koordinasi kerja antara
bawahan dan atasan, untuk pencapaian pencana visi dan misi yang dibuat bersama- sama untuk kesuksesan bersama. 

      Dari beberapa contoh model gaya pemimpin melaksanakan tugasnya, namun masih banyak gaya-gaya yang lain yang pada kesempatan ini penulis hanya memaparkan sebagian kecil   hanya empat saja. Setiap gaya kepemimpinan pemimpin tadi semuanya mempunyai sisi kelebihan dan kekurangan tentunya, namun  seorang pemimpin yang bijak ia merasa perlu adanya kombinasi seni dari pemimpin dalam melaksanakan gayanya dalam memimpin. Untuk menjadikan seorang pemimpin bukan hanya sekedar manager dalam sebuah organisasi atau lembaga, namun pemimpin juga dituntut ikut dalam proses pelaksanaan visi dan misi memberikan contoh melaksanakan program ketauladan kekuatan inspirasi, kekuatan motivasi, kekuatan memberikan solusi, dan kekuatan memprediksi menganalisa sebab akibat yang akan timbul dari sebuah kebijakan bersama. Singkatnya pemimpin itu yang ideal itu bukan hanya hanya mengerti dengan menegerial tapi juga harus mampu melaksanakan rencana tersebut sebelum ia memberikan perintah, minimal mengerti dengan apa yang ia perintahkan kepada bawahan hingga tercapai visi dan misi yang telah dirumuskan. Kalau kita merujuk dari kesuksesan Nabi Muhammmad SAW dalam memimpin umat sebagai kepala Negara dan memimpin umat islam sebagai  pemimpin agama, maka dapat kita perhatikan dari keberhasilan beliau tidak terlepas dari kepercayaan para sahabat kepada beliau yang menyebabkan terbentuknya ikatan emosional yang kuat dan rasa saling yang tinggi. Dari yang dicontohkan rasulullah saw, minimal empat hal harus melekat pada diri seorang pemimpin dan atau calon pemimpin adalah:

   a. Siddiq, maksudnya seorang pemimpin harus benar dan berpihak pada kebenaran, kejujuran, keadilan, bukan sebaliknya sebagai pembohong, pengumbar janji yang tidak  tau sampai kemana ujung kepastian dalam sebuah penantian.

   b. Amanah, dapat diyakini amanah yang diembannya betul-betul dapat dia laksanakan dengan baik. Menjunjung tinggi harkat dan martabat kepemimpinannya. Pemimpin yang dapat dipercaya, bukan sebaliknya sebagai penghianat rakyat yang telah memilihnya. Dalam kata istilah yang sering kita dengar lain dimulut dan lain dihati.

  c. Tabliqh, bermakna menyampaikan, segala sesuatu yang telah diamanahkan kepadanhya, amanah rakyat yang telah memandatkan kepadanya. Pemimpin sebagai penyambung harus menyampaikan dengan benar walau dalam kenyataan itu terasa pahit dan menyakitkan.

   d. Fathonah, berarti cerdas, pintar, berwawasan maju, punya motivasi yang tinggi, selalu berinovasi untuk sebuahkemajuan.punya pemikiran yang cemerlang untuk kepentingan umat. Karena pemimpin yang bodoh menimbulkan keserakahan, sewenang- wenang dan sedikit ide untuk kemanjuan bersama.
       Dalam menentukan figur pemimpin Rasulullah saw adalah figur  ketauladaan yang patut untuk  ditauladani, karena beliau memimpin umat dan Negara  serta pemimpin rumah tangga bukan karna nafsunya tapi  ada yang menjadi pedoman yaitu Al-Qur`an. Wallahu a’lam bissawaf.(Oleh: Alhadar Kurdi, M. Pd I, Kepala Madrasah MA. Ummatan Wasathan PTR)
  

Pemimpin dan Kepemimpinan Pemimpin  dan Kepemimpinan Reviewed by MA. Ummatan Wasathan PTR on Oktober 04, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar: